DETIKTV.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dan Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Sc, mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati dan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat, tidak ditentukan oleh harta, jabatan, atau popularitas.
Ia menegaskan, di tengah arus materialisme dan krisis moral global, hanya dengan kembali kepada nilai-nilai ilahi, manusia dapat meraih kebahagiaan sejati dan membangun peradaban yang bermartabat.
“Kunci sejati kebahagiaan dan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun akhirat, terletak pada dua hal fundamental: Iman dan Taqwa kepada Allah SWT,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri, dikutip TVRIWORLD, Selasa (3/2).
Menurutnya, kebahagiaan bukan semata hasil dari kekayaan, jabatan, atau popularitas, melainkan buah dari kedekatan spiritual dan ketaatan kepada Sang Pencipta. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan didasarkan pada tiga landasan kokoh: wahyu ilahi, logika akal sehat, dan fakta sejarah.
Dalil Naqli: Janji Allah bagi Orang Bertakwa
Beliau menegaskan, orang yang beriman dan bertakwa akan selalu menemukan cahaya di tengah gelap, jalan keluar di tengah buntu, dan ketenangan di tengah badai kehidupan. Inilah janji Allah yang tak pernah ingkar.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT secara eksplisit menjanjikan berbagai bentuk pertolongan dan keberkahan bagi mereka yang bertakwa.
“Di antaranya adalah jalan keluar dari kesulitan, rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, kemudahan dalam urusan, kecukupan hidup, ampunan atas dosa, dan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.
Hal ini, tegas Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Allah SWT berfirman dalam QS. At-Talaq: 2–5 bahwa siapa pun yang bertakwa akan diberi jalan keluar dari kesulitan, rezeki dari arah yang tak disangka, serta kemudahan dalam setiap urusan.l dan QS. Al-A’raf ayat 96, yang menjadi pegangan spiritual umat Islam dalam menghadapi tantangan hidup.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)
“Ini bukan sekadar teori, melainkan janji yang nyata,” tegas Prof. Rokhmin Dahuri.
Dalil Aqli: Logika Kebaikan dalam Ajaran Islam
Secara rasional, ajaran Islam yang bersumber dari Allah SWT senantiasa mengarah pada kemaslahatan. Ketaatan terhadap perintah-Nya membawa ketenangan batin, keharmonisan sosial, dan keberkahan hidup. Sebaliknya, pelanggaran terhadap nilai-nilai ilahi justru menimbulkan kerusakan, konflik, dan penderitaan.
‘Akal sehat manusia pun dapat memahami bahwa hidup dalam koridor iman dan taqwa adalah pilihan paling bijak dan berfaedah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 ini.
Fakta Empiris: Kejayaan Peradaban Islam
Sejarah mencatat bahwa ketika umat Islam mengamalkan ajaran Islam secara kaffah—menyeluruh dan konsisten—lahirlah peradaban gemilang yang menjadi mercusuar dunia.
“Masa keemasan Islam di era Abbasiyah, Andalusia, dan Kesultanan Utsmaniyah menjadi bukti nyata bahwa iman dan taqwa mampu melahirkan masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera. Ilmu pengetahuan, seni, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan berkembang pesat di bawah naungan nilai-nilai Islam,” tuturnya.
Jalan Menuju Kebahagiaan Hakiki
Secara akal sehat, Prof. Rokhmin yang juga Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional (MN) KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), mengikuti aturan Sang Pencipta pasti membawa kebaikan.
“Hidup dalam koridor iman dan taqwa membuat hati tenang, pikiran jernih, dan langkah penuh arah. Sebaliknya, melanggar aturan hanya menjerumuskan pada kerugian dan penyesalan,” sebutnya.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk kembali menjadikan iman dan taqwa sebagai fondasi hidup.
Di tengah arus materialisme dan krisis moral global, hanya dengan kembali kepada nilai-nilai ilahi, manusia dapat meraih kebahagiaan sejati dan membangun peradaban yang bermartabat.
“Iman dan taqwa bukan hanya jalan menuju surga, tetapi juga kunci untuk membangun dunia yang damai, adil, dan sejahtera,” ucapnya kembali.

Tinggalkan Balasan