DETIKTV.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memastikan lulusan pendidikan vokasi memiliki daya saing dan relevan dengan kebutuhan industri global. Hal tersebut disampaikan dalam acara peresmian dan penandatanganan kerja sama tiga pihak Proyek Hijau “Jingchu Workshop” yang digelar Selasa (10/2) di Ascott Kuningan, Jakarta Selatan.
Asisten Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Katiman, menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah, institusi pendidikan vokasi, dan industri lintas negara merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memastikan lulusan perguruan tinggi, khususnya vokasi dan teknik, benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, terutama perusahaan-perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia.
“Kami dari Kemenko PMK sangat mendukung kegiatan ini karena yang paling penting bagi kami adalah terciptanya peluang kerja bagi lulusan Indonesia. Selain itu, program ini juga harus memastikan adanya transfer pengetahuan dan transfer teknologi,” ujar Katiman.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menjelaskan bahwa proyek Jingchu Workshop merupakan peresmian kerja sama antara tiga pihak, yakni Politeknik Negeri Batam sebagai perwakilan institusi pendidikan vokasi Indonesia, Changjiang Institute of Technology (CIT) sebagai mitra pendidikan vokasi dari Tiongkok, serta PT China Chengda Engineering Co., Ltd. (CCEPC) sebagai mitra industri.
“Kerja sama ini berfokus pada proyek hijau di sektor energi. PT CCEPC merupakan perusahaan yang bergerak di pembangunan dan pengoperasian pembangkit energi, termasuk energi baru terbarukan, dengan sejumlah proyek besar di Indonesia,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, model pembelajaran hasil kolaborasi ini akan diarahkan pada penyesuaian kurikulum dengan standar industri. Tahap awal telah dilakukan melalui pelatihan percontohan, dan ke depan akan dibentuk tim bersama untuk menyusun standar kurikulum khusus sesuai kebutuhan industri CCEPC. Bahkan, sebagian mahasiswa berpeluang mengikuti pelatihan lanjutan hingga magang di Tiongkok sebelum direkrut oleh perusahaan.
Sementara itu, General Manager PT CCEPC Indonesia, Gao Hai, menyampaikan bahwa pelatihan Bahasa Mandarin dan keterampilan vokasional bagi tenaga kerja Indonesia ini dilakukan oleh dosen-dosen dan pakar terbaik di bidangnya. Pelatihan tersebut dirancang secara terstruktur, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan, khususnya kompetensi inti di bidang pembangkit listrik tenaga uap.
“Materi pelatihan mencakup pemahaman sistem pembangkit, struktur peralatan utama, aspek operasi dan pemeliharaan, hingga standar keselamatan kerja,” ujar Gao Hai.
Dari pihak mitra pendidikan Tiongkok, Wakil Sekretaris Partai Changjiang Institute of Technology, Chen Xin, menyebut kerja sama ini sebagai praktik nyata pendidikan berbasis industri sekaligus langkah konkret memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemenko PMK Republik Indonesia, Politeknik Negeri Batam, PT CCEPC, dan HOPE International atas dukungan dalam merealisasikan proyek tersebut.
Chen Xin menjelaskan bahwa CIT merupakan perguruan tinggi vokasi negeri di bawah Pemerintah Provinsi Hubei yang telah beroperasi lebih dari 60 tahun, memiliki tujuh fakultas dan 43 program studi, serta telah melahirkan lebih dari 100 ribu tenaga terampil yang terlibat dalam proyek-proyek kelas dunia. Kerja sama dan pertukaran internasional, menurutnya, menjadi pilar penting dalam pengembangan pendidikan vokasi berkualitas tinggi.
Rangkaian acara di Ascott Kuningan, Jakarta Selatan, tersebut diawali dengan pertunjukan seni dan budaya lokal Indonesia, dilanjutkan sambutan para pimpinan, penandatanganan perjanjian kerja sama tiga pihak Proyek Hijau “Jingchu Workshop”, penyerahan prasasti peresmian, serta ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui proyek ini, Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi lintas negara, mendorong transfer teknologi, serta membuka akses pekerjaan berkualitas bagi generasi muda Indonesia di sektor energi hijau.

Tinggalkan Balasan