DETIKTV.CO.ID, JAKARTA – Masalah Refuse Derived Plant (RDF) Rorotan di Jakarta Utara (Jakut) terus bergulir hingga kini tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Belum lama ini, warga yang tinggal di sekitarnya masih mengeluhkan bau busuk dari arah fasilitas itu. Kamis (5/2/2026).

Berlarutnya polemik tersebut membuat Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, angkat suara mempertanyakan proses perbaikan yang sebelumnya diklaim oleh pihak pengelola.

“Dalam kenyataannya, warga di sekitar RDF itu masih mengeluhkan bau sampah dari fasilitas tersebut. Ada banyak orang yang rentan secara kesehatan menjadi terancam karena kondisi ini,” ujarnya.

“Ini membuat saya bertanya-tanya seperti apa perbaikan yang diklaim telah dilakukan oleh pihak pengelola selama ini. Apa saja yang sudah dilakukan, hasilnya bagaimana. Dan apakah benar-benar memperbaiki operasional RDF. Jangan-jangan, perbaikannya cuma gimmick selama ini,” sambungnya.

Adapun beberapa kawasan pemukiman yang terkena dampak dari bau tidak mengenakan tersebut adalah Jakarta Garden City di Jakarta Timur (Jaktim) dan Harapan Indah di Bekasi.

“Soalnya, ini juga berkaitan dengan anggaran kita. Perbaikan-perbaikan itu pasti menelan biaya yang tidak sedikit. Terdapat uang pajak masyarakat yang digunakan. Maka, sangat disayangkan kalau warga Jakarta sudah banyak melakukan pengeluaran, tetapi kondisinya tidak segera membaik juga,” tegas Josephine.

Bahkan, Josephine keras menyatakan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membayar biaya pengobatan dari para warga yang kesehatannya terdampak akibat RDF Plant Rorotan percuma, bila tidak dibarengi dengan perbaikan-perbaikan yang nyata.

“Kesannya, langkah Pemprov DKI untuk menutup biaya pengobatan para warga yang terdampak waktu itu juga hanya konsesi belaka dan tidak bermakna. Sebab, apa gunanya Pemprov DKI mengobati warganya yang sakit karena bau dari RDF hanya untuk mereka terdampak lagi di kemudian hari,” lanjutnya.

Ia meminta baik Pemprov DKI Jakarta, termasuk pihak pengelola RDF Plant Rorotan dan kontraktor pembangunan fasilitas tersebut bertanggung jawab.

“Semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat terus menderita dan ada orang yang nantinya menjadi korban. Ini sudah berlangsung terlalu lama dan masyarakat sekitar juga nyaris kehilangan kesabarannya,” pungkasnya.