DETIKTV.CO.ID, JAKARTA – Tgl 5 Pebruari ini, keluarga besar HMI, punya hajatan melaksanakan Miladnya yg ke 79 tahun, sebuah usia yg sgt matang sbg organisasi perkaderan. Di usia yg sgt matang ini, Bahlil adalah salah satu kader yg darahnya ijo itam _sebutan utk logo HMI_ yg paling banyak mendapat perhatian publik di tingkat nasional..
Alumni HMI Jayapura ini mendapat sorotan luas krn jabatannya yg sgt strategis, hingga kiprahnya di dunia politik yg disebut kontroversi..Kendati demikian, Bahlil Lahadalia, menteri ESDM, ketua harian Dewan Energi Nasional (DEN) dan ketua umum Golkar ini, adalah satu2nya kader HMI, yg diberi julukan istimewa setara alumni2 lain yg memberi dampak sigjifikan kpd HMI secara keseluruhan..
Bahlil selain dikritik, tdk sedikit yg melihat kiprahnya penuh prestasi setara Akbar Tandjung, Nurcholish Madjid (Cak Nur), Sulastomo dll..Nama2 terakhir itu di keluarga besar HMI maupun pengaruh di level nasional, sgt diakui perannya..Akbar Tandjung, mantan ketua umum Golkar, menteri dan ketua DPR RI, di akhir karirnya dijuluki sang maestro politik besar..
Sementara Cak Nur, bukan ilmuwan sembarangan.. Tumbuh dari tradisi pesantren yg dikenal tradisional, alumni HMI Cabang Ciputat ini tampil membawa spirit islam modernitas yg inklusif dan rasional..
Dari HMI, Cak Nur ikut membentuk nilai2 keislaman Indonesia, lebih terbuka dgn kemajuan..Ketika org melihat islam hr ini, yg lebih dialogis dgn nilai2 barat, semuanya bermula dari diakektika intelektual seorang Cak Nur . Dari gagasannya yg kontroversi ttg islam Yes, partai islam No, islam kaku “dibongkar” oleh Cak Nur menjadi lebih adaptif terhadap perubahan.
Kembali ke Bahlil, tokoh asal Indonesia Timur, yg tumbuh dari HMI ini pun, tdk kalah menarik..Saking menariknya, Fachry Ali memposisikan Bahlil sbg seorang tekhnokrasi yg lahir memutus rantai penjajahan Indonesia, dari belenggu penjajahan yg di wariskan VOC (Vereningde Indisiche Of Company), yg pernah mengeksploitasi kekayaan Indonesia, selama 3,5 abad..
Fachry Ali, intelektual muslim ini menyebut proyek hilirisasi, yg di orchestrasi kementerian ESDM, sesungguhnya pintu masuk membawa Indonesia menjadi negara yg hrs lepas dari ketergantungan asing..
Pertanyaannya? Mampukah Bahlil menjadi kader HMI, yg di posisi strategis dpt membawa Indonesia lepas dari ketergantungan yg panjang oleh asing, lewat hilirisasi & kemandirian energi tanpa impor yg menguras anggaran negara yg tdk kecil? Banyak gebrakan yg sdh dilakukan Bahlil, tp kita tunggu sampai ia selesai bekerja.. Pekerjaannya sbg seorang tekhokrasi, yg berat dan penuh tantangan, msh hrs terus diberi dukungan yg maksimal.
*Dari HMI Menjadi Negarawan*
Selain sbg seorang tekhnorat jebolan HMI, Bahlil juga mengemban tanggung jawab lain yg tdk ringan..Sbg ketua umum partai Golkar, yg dikenal partai modern, Bahlil memikul tanggung jawab seorang negarawan besar..Bahlil hrs tahu bahwa selain ia menjadi partai pendukung pemerintah, ia hrs jeli membaca keinginan masyarakat dgn komprehensif.
Bahlil hrs terbiasa mendengar aspirasi kritis, lalu mengelolanya sbg kebijakan partai yg peka terhadap jeritan tangis rakyat..Dgn pijakan ini, lelaki mantan sopir angkot ini, tdk saja ia akan mendapat dukungan dari pemerintah yg ia topang, tp ia juga hrs memperoleh legitimasi dari rakyat secara transparan..
Ini bukan pekerjaan mudah tp sgt menantang. Kendati tdk mudah, tp ketika lelaki kelahiran Maluku ini, bisa mengemban tugas2 ini dgn sukses, maka Bahlil akan mencatat dirinya, sbg satu2nya kader HMI, yg akan dikenang dlm tinta emas tokoh besar milik ijo itam yg berpengaruh. Selain sbg teknokrat yg sukses, juga negarawan yg menginspirasi tokoh tokoh partai lain.
Akhirnya, semua proses itu msh berjalan.. Semua serba terbuka, sukses dan perlu evaluasi akan menjadi penilaian generasi setelah kita..Tp satu hal yg pasti, Bahlil adalah satu2nya yg lahir dari rahim HMI, adalah tokoh yg ikut menentukan masa depan kesejahteraan rakyat dan demokrasi di Indonesia saat ini.
Yg saya ingat dari Bahlil sbg kader HMI, ia selalu menomor satukan kesibukannya utk HMI, dimanapun ia dibutuhkan.. Itu karena tanpa proses di HMI, ia bukan siapa2..Dan yg paling istimewa, istri dan anak2nya adalah kader HMI tulen.
Selamat Milad HMI ke 79, Yakusa!!!
Lamadi de Lamato
Direktur Eksekutif Abuleke Institute, juga Pengurus Kahmi Amerika Serikat

Tinggalkan Balasan