DETIKTV.CO.ID, JAKARTA — Pemrakarsa 98 Resolution Network Haris Rusly Moti mengatakan Presiden Prabowo dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mengakhiri konflik Gaza, senantiasa mengutamakan dan mengejar tujuan strategis sesuai diamanatkan oleh Konstitusi UUD 1945.

Pengamat politik Haris Rusly Moti menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto mengadaptasi strategi politik luar negeri multi-alignment sebagai langkah strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

 

Menurut Haris, pendekatan multi-alignment memungkinkan Indonesia menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terjebak pada satu blok kekuasaan tertentu. Strategi ini dinilai penting agar Indonesia tetap memiliki ruang diplomasi yang luas dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

 

“Dengan multi-alignment, Indonesia tidak terisolasi. Kita bisa tetap menjalin komunikasi dengan negara-negara Barat, Timur, dunia Islam, hingga negara-negara Global South, sambil konsisten membela Palestina,” ujar Haris.

 

Ia menambahkan, posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta reputasi politik luar negeri yang bebas aktif memberi legitimasi moral dan politik yang kuat dalam isu Palestina.

 

Haris juga menilai bahwa perjuangan membela Palestina tidak cukup hanya melalui pernyataan sikap, melainkan perlu diwujudkan melalui diplomasi aktif di forum internasional, bantuan kemanusiaan, serta konsistensi politik luar negeri.

 

“Strategi ini menunjukkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo ingin tetap berdaulat dalam menentukan sikap, tanpa tunduk pada tekanan geopolitik negara besar,” katanya.

 

Lebih lanjut, Haris berharap pendekatan multi-alignment ini dapat memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan dialog internasional sekaligus mempertegas komitmen konstitusional Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.