Detik TV | Serpong — Gelombang semangat dan haru memenuhi gedung ICE BSD Serpong saat nama SDIT Al Fathonah berkali-kali disebut sebagai peraih juara dalam Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional 2025 yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2025. Di tengah ketatnya persaingan dari ratusan sekolah di seluruh Indonesia, SDIT Al Fathonah tampil luar biasa dan berhasil memborong enam penghargaan nasional, sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa pendidikan berbasis iman dan ilmu bisa melahirkan generasi unggul di era digital.
Deretan prestasi yang diraih antara lain:
🏆 Juara 1 Film Pendek berjudul “Telat”, film sarat makna tentang disiplin dan tanggung jawab.
🥈 Juara 2 dan Juara 3 Cerdas Cermat TIK, menunjukkan ketajaman logika dan wawasan digital siswa.
🥉 Juara 3 Lomba Gambar Digital, bukti kreativitas visual yang berpadu dengan teknologi.
🥈 Juara 2 Presentasi Canva, menonjolkan kemampuan komunikasi dan estetika digital.
🏆 Juara 1 E-Sport Mobile Legend, menggambarkan kecerdikan strategi, kerja sama, dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Ustadz Hani Arrifai, S,Ag, selaku Kepala Sekolah SDIT Al Fathonah, menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian ini:
“Kemenangan ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang nilai. Anak-anak belajar bagaimana menyeimbangkan dunia dan akhirat. Mereka membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi wasilah dakwah, dan belajar bukan sekadar untuk menang, tapi untuk tumbuh. Islam mengajarkan kita bukan untuk meninggalkan dunia, melainkan menatanya dengan nilai-nilai langit.”
Beliau menegaskan filosofi ini dengan firman Allah dalam QS. Al-Qashash [28]: 77:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.”
Sementara itu, Ustadz Ahmad, selaku guru pendamping lomba, menceritakan perjalanan panjang para siswa dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi ini.
“Anak-anak berjuang dengan luar biasa. Ada yang harus bangun lebih pagi untuk latihan, ada yang tetap semangat meski lelah. Tapi di balik itu semua, kami tidak sendiri. Kami ditemani oleh orang tua hebat yang selalu hadir menyediakan waktu, mendukung penuh, bahkan ikut belajar bersama anak-anak mereka.”
Beliau menambahkan dengan penuh rasa haru:
“Keberhasilan ini tidak mungkin terjadi tanpa doa dan dukungan tulus dari wali murid. Mereka bukan sekadar penonton, tapi bagian dari tim kemenangan ini. Mereka hadir di setiap momen penting, menjadi energi yang tak terlihat tapi sangat terasa. Inilah kekuatan Al Fathonah sinergi antara guru, siswa, dan orang tua.”
Berkat dukungan penuh para wali murid, seluruh rangkaian perlombaan berjalan lancar, hangat, dan penuh kebersamaan. Kolaborasi ini menciptakan atmosfer positif yang menguatkan semangat anak-anak hingga ke babak final.
Keberhasilan SDIT Al Fathonah di ajang nasional ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Islam terpadu mampu membangun generasi Qur’ani yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing global.
Sekolah ini terus berkomitmen menanamkan nilai bahwa ilmu tanpa adab adalah kesombongan, dan adab tanpa ilmu adalah kehilangan arah. Di Al Fathonah, keduanya dirajut menjadi satu mencetak generasi yang berpikir dengan akal, bekerja dengan ilmu, dan melangkah dengan iman.
“Karena piala akan berdebu,” tutur Ustadz Hani menutup dengan senyum,
“tetapi nilai perjuangan, kebersamaan, dan keikhlasan akan terus bersinar dalam jiwa mereka. Itulah kemenangan sejati.”

Tinggalkan Balasan